Kamis, 24 Januari 2008

Banyuwangi/29/03/2007
Antara Tukul, Laptop dan Generasi Muda kita

……..kembali ke laptop
..he…he…akhir-akhir ini siapa yang tak kenal ungkapan ini,begitu akrab terdengar di telinga semua kalangan . Adalah seorang Tukul Arwana yang menjadi pembawa acara di sebuah televisi swasta sangat lihai dengan gayanya yang khas dan aneh (baca-beda)menggunakan bahasa yang sebelumnya belum terlalu familier, asing dan tidak membumi di telinga kita menjadi sebuah uangkapan yang sangat mudah diungkapkan oleh orang yang sebelumnya tidak mengenal barang tersebut. Baik dari abang becak , pedagang di pasar , ibu2 rumah tangga, anak2 sekolahan, politisi, petani bahkan anak2 playgroup pun. Konsep dasar sebuah acara untuk mencapai rating tinggi yang harus dibawakan seorang Pembawa acara yang ganteng, cantik , terkenal, biaya mahal, konsep wah, ternyata tak berlaku bagi acara ini. Tukul ?? Dengan segala keterbatasannya baik (maaf fisik-muka) kosa kata bahasa Inggris yang cekak, dengan celetukan-celetukan spontan khas pelawak sederhana nan nakal tapi diulang-ulang dan dandanan yang agak ndeso justru menjadi selling point dalam acara ini.
Ada dua hal yang mendasarinya kenapa acara ini sukses dan sangat familier bahkan satu bulan terakhir ini jam tayangnya di tambah hanya gara-gara tuntutan pemirsa di seluruh Indonesia yang mengatakan kelemahan acara ini cuma satu yakni durasinya terlalu pendek. Pertama semua yang menonton dan ditonton/host bisa bebas mengekspresikan isi hati nya ke pembawa acara baik menghujat, ngejek dan sembarang ungkapan lainnya. (tidak ada khan acara lain yang ngemas dalam bentuk seperti ini) dan yang kedua tentunya faktor stasiun televisi yakni begitu pintarnya mengemas kelemahan seorang pembawa acara menjadi kelebihan. Tentunya yang kedua ini murni faktor pengalaman insan-insan per televisian dalam membaca sesuatu hal di persaingan rating pertelevisian. Pada saat Tukul diaudisi dan menang, tentunya crew acara setengah gambling dan berdebar-debar akan sukses tidaknya acara ini. Ternyata sukses dengan startegi nylenehnya dan rating acara ini No#1. Semakin tinggi rating sebuah acara pasti semakin banyak pemirsa yang nonton, semakin banyak pemirsa yang nonton, perusahaan pengiklan akan berlomba-lomba pasang iklan, semakin banyak pengiklan yang masuk berarti keuntungan akan mengalir dengan sendirinya.
Tapi saya tak akan membahas mengenai acara Empat Mata dan rating , tapi tentang sebuah barang kecil nan pintar yang bernama Laptop. Pembaca mungkin sudah tahu laptop adalah computer jinjing yang bisa dibawa kemana-mana, sering disebut notebook, sangat fleksibel, disaat tertentu bisa hidup dengan durasi tertentu tanpa kabel power yang harus nancap di steker listrik. Tapi apa sesugguhnya laptop itu?…berikut mungkin bisa membantu pembaca yang belum tahu tentang barang pintar ini Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia……Laptop (dikenal juga dengan istilah notebook/powerbook) adalah komputer portabel (kecil dan dapat dibawa ke mana-mana dengan mudah) yang terintegrasi pada sebuah casing. Beratnya berkisar dari 1 hingga 3 kilogram tergantung dari ukuran, bahan dan spesifikasi. Sumber listrik berasal dari baterai atau A/C adaptor yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai Laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam bergantung pada cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai.
Sebagai komputer pribadi, Laptop memiliki fungsi yang sama dengan Komputer Desktop meskipun dengan kemampuan yang lebih rendah. Komponen yang terdapat didalamnya adalah sama dengan yang terdapat pada Komputer Desktop dengan ukuran yang diperkecil, lebih ringan, tidak panas dan irit listrik. Laptop kebanyakan menggunakan layar LCD (Liquid Crystal Display) berukuran 10 inci hingga 17 inci bergantung dari ukuran laptop itu sendiri. Selain itu, keyboard yang terdapat pada Laptop juga dilengkapi dengan Touchpad atau dikenal juga sebagai Trackpad yang berfungsi sebagai penggerak kursor mouse. Keyboard dan Mouse tambahan dapat dipasang melalui slot USB.
Berbeda dengan komputer desktop (PC), laptop atau yang sering juga disebut notebook memiliki komponen-komponen pendukung yang didesain secara khusus. Komponen tersebut didesain untuk mengakomodasi portabilitas dari laptop sendiri. Sifat utama yang dimiliki oleh komponen penyusun laptop adalah ukuran yang kecil, hemat konsumsi energi, dan efisien. Laptop harganya lebih mahal tergantung pada merk dan spesifikasi pemakaian.
Nah dengan harga yang berkisar ‘Cuma’ 6,5 juta-10 juta dengan berbagai merk seperti Dell, Axioo, HP, Asus, Acer, Beng, BenQ dll yang memiliki keunggulan dan spesifikasi sendiri-sendiri tentunya bukan sesuatu yang tidak mungkin 2-3 tahun lagi laptop akan menjadi tren seperti tren Handphone di kalangan masyarakat Banyuwangi sekarang ini. Apakah sekarang masyarakat Banyuwangi belum mengenal laptop? Jawabnya sudah. Sudah muncul hukum pasar di bumi blambangan sejak 1 tahun yang lalu yakni adanya demand dan supply .Terbukti ada beberapa suppier toko yang menjual barang ini di beberapa lokasi. Ada juga komunitas-komunitas yang mulai menggunakan laptop untuk alat kerjaya. Memang saat itu pembeli dan penggunanya hanya kalangan terbatas, komunitas pengakses internet, perusahaan/instansi yang membutuhkan alat presentasi yang flexible tanpa harus bawa 1 set computer PC yang terdiri dari monitor, keyboard maupun CPU(central processing unit), professional muda yang membutuhkan layanan email online, ataupun perseorangan yang pengen akses internet di mana dan kapan saja lewat akses nirkabel(tanpa kabel) yakni lewat Handphone GSM/CDMA maupun telepon tetap.
Bisa jadi nantinya kita melihat pendaki gunung bawa laptop dan disaat di puncak gunung dia bisa mengabarkan keadaan dirinya lewat email/chatting ke semua orang yang berada di bawah, bisa jadi juga saat kita di perkebunan atau di pelabuhan laut yang jauh dari penduduk kita tetep bisa berhubungan ke dunia luar lewat email. Bisa jadi seorang politisi bisa tetep berhubungan dengan konstituen di pelosok lewat chatting messenger dengan biaya yang sangat murah dan dijamin kerahasiaannya. Bisa jadi juga seorang tahanan tetep bisa pantau dunia luar dan tetap berhubungan dengan sindikatnya hanya dengan sebuah laptop dan HP yang dilengkapi fasilitas GPRS (General Packet Radio Service) untuk modem internet..
Dari sini terlihat bahwa laptop tidak berdiri sendiri, ada beberapa teknologi yang harus dikuasai oleh kita supaya bisa mengekplorasi fungsi dari laptop itu sendiri sehingga fungsi laptop tidak akan mubadzir alias tidak sama dengan PC dan bukan sekedar gaya, petentang-petentang dibawa kemana-mana tanpa tahu manfaatnya. Khittah laptop adalah differensiasi fungsi dari personal computer yang sangat fleksibel bisa dibawa kemana-mana dan bisa dimanfaatkan sebagai alat komunikasi kepada orang lain dengan memanfaatkan berbagai koneksi didalamnya. Ada 2 alat/teknologi yang mengiringinya dan minimal harus dikuasai pengguna laptop antara lain :
1. Proyektor /infokus. Alat ini adalah sebagai alat bantu untuk presentasi . Cara penggunaannya sangat mudah untuk dikoneksikan ke Laptop yakni tinggal menghubungkan USB kabel bawaan dari proyektor ke laptop. Langkah selanjutnya setting file di laptop untuk ditampilkan dan selesai. Sangat manual dan tingkat kesulitan rendah karena hanya perlu mengakrabi alat ini. Lama- lama akan terbiasa
2. Koneksi Internet. Ada beberapa koneksi yang bisa digunakan antara lain diul up dengan modem kabel telepon rumah. Tinggal colok, setting connection username dan password, selesai. Yang kedua apabila berada diluar rumah atau kantor, kita bisa menggunakan diul up lewat HP baik GSM maupun CDMA asalkan HP kita dilengkapi fasilitas koneksi internet. Cara kedua ini relative lebih rumit dan perlu ketekunan untuk bisa menggunakannya, karena harus setting Internet di HP dan dilanjutkan setting koneksi ke Laptop lewat terknologi Infrared, Bluetooth maupun Kabel. Perlu kejelian dan ketekunan dalam hal ini karena merupakan proses penggabungan 2 teknologi yang sama-sama update. Bagi perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan layanan online internet/intranet selama 24 jam koneksi diatas tidaklah memadai. Mereka sudah menggunakan layanan Internet dalam skala besar/ Broadband yang bisa digunakan secara bersama-sama dengan banyak PC/Laptop lewat jaringan LAN (Local Area Network). Koneksi antar Laptop/Pc tersebut bisa menggunakan Kabel ataupun Wireless. Tentunya da biaya mahal untuk mendapatkan fasilitas ini.
Kalau 2 hal ini nantinya sudah memasuki masa sangat familiar dan akrab bagi semua masyarakat Banyuwangi khususnya kalangan generasi muda yang merupakan pengguna terbesar teknologi informasi (PC/laptop), saat itulah kita bisa mengukur bahwa masyarakat Banyuwangi, sudah melek teknologi yang merupakan syarat majunya sebuah daerah. Tentunya tidak mudah untuk mencapai masa itu, harus ada dukungan dari semua stake holder yang terkait dengan perkembangan teknologi ini, baik pemerintah selaku regulator, Penyedia layanan internet dan supplier laptop dan yang terakhir user/customer. Harus bersama-sama menumbuhkan budaya tidak gaptek (gagap teknologi) . Peran riil pemerintah misalnya mengeluarkan regulasi yang mendukung pemakaian akses informasi lewat internet. Mendaftar KTP baru, berita per kecamatan,data kependudukan, agenda pemerintah, agenda rutin, informasi BMG, semuanya bisa diakses lewat internet lewat web resmi pemerintah. Kalau perlu menganggarkan satu sekolah minimal punya 1 laptop. Kalau perlu lewat BPDE nya membuat link online antar kecamatan (seperti yang sudah terealisasi di salah satu Kabupaten di Jateng).
Peran supplier computer/laptop tentunya menyediakan paket murah ke masyarakat tanpa mengesampingkan prinsip untung rugi. Sedangkan peran penyedia jasa internet adalah menyediakan jasa internet yang terjangku, mudah diakses di semua wilayah Banyuwangi dengan tarif yang tidak memberatkan seperti selama ini dengan tetap menjaga kualitas kecepetan layanan.
Saya haqqul yakin , jika ada dukungan bersama-sama dari semua stake holder lewat kebijakan percepatan inplementasi budaya tidak Gaptek, misal budaya pemakaian laptop, budaya menggunakan infokus saat presentasi, budaya mengakses semua informasi lewat jalur internet atau budaya penggunaan alat -alat informasi teknologi lainnya di generasi muda, kedepan alat ini akan menjamur dan mewabah dan akan menjadi top request dari generasi muda kita .Nantinya kita tidak akan melihat lagi anak muda merengek ke orang tuanya minta dibelikan motor, nantinya kita tidak melihat anak muda minta ke orang tuanya sebuah HP canggih. Tapi merengek minta dibelikan laptop. Seperti yang dialami teman saya, yakni adiknya yang masih kuliah (endi-nama samaran tiba-tiba sakit berhari-hari dan dokter susah didiagnosa sakitnya apa..setelah ditelusuri sana sini dan dipraktekkan kosep 4 mata oleh kakaknya , ternyata sakitnya dia itu gara2 minta laptop tapi tidak dikabulkan orang tuanya. Alhasil si endi begitu dibelikan Laptop langsung sembuh total…HA!!!!

Ditulis oleh Widy Wibowo
Pegiat telekomunikasi di Banyuwangi